Universitas Terbuka

Universitas Terbuka
Universitas Terbuka adalah sebuah sebuah perguruan tinggi yang moderen dan sangat berbeda dari Universitas lain pada umumnya.  Jika biasanya di Universitas reguler mahasiswa harus masuk kampus dan mengikuti mata kuliah dari dosen setiap hari, maka di Universitas Terbuka akan berbeda ceritanya.

Universitas Terbuka mencanangkan program belajar mandiri terhadap mahasiswanya, artinya mahasiswa harus belajar sendiri dirumah. Mereka harus memotivasi diri sendiri untuk tetap giat belajar sekalipun tanpa harus diawasi dosen. Mahasiswa hanya diwajibkan untuk mengikuti ujian semester UT yang diadakan sekali 6 bulan. Jadi selama 6 bulan itu, mahasiswa bisa memanfaatkannya untuk melakukan kegiatan yang lain seperti bekerja, berdagang, ataupun berlibur, dan pada malam harinya mereka harus belajar.

Hal ini sangat membantu sekali bagi para mahasiswa - mahasiswa golongan menengah kebawah. Sebab sebagaimana kita tau, kuliah bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah dan murah. Itu sangat mahal dan sangat menyita waktu. Sementara jika mereka harus meninggalkan pekerjaan mereka untuk bisa mengikuti kuliah, bagaimana mereka makan?, bagaimana mereka bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka?, bagaimana mereka membayar uang kuliah mereka?. Jelas kebutuhan rumah tangga adalah prioritas nomor 1.

Karena itulah Universitas Terbuka sangat diminati masyarakat kelas ekonomi menengah kebawah, dan juga masyarakat dari desa - desa, yaitu karena sistem perkuliahannya yang murah, flexibel dan mudah diikuti. Itulah yang membuat Universitas Terbuka bisa menjangkau seluruh pelosok - pelosok di Indonesia. Dan itu pulalah yang menyebabkan Universitas Terbuka menjadi universitas terbesar di Indonesia, bahkan di Asia. Namun tentu saja dalam hal ini mereka sangat membutuhkan buku, untuk bahan pelajaran mereka.

Yang menjadi persoalannya adalah untuk bisa lulus dari Universitas Terbuka itu sangat sulit. Para alumni mahasiswa UT, baik yang lulus maupun yang berhenti ditengah jalan, memberikan sebuah idiom untuk menggambarkan Universitas Terbuka yaitu "Mudah masuk, tapi sulit Keluar". Sebuah cap yang sangat mengerikan memang untuk menjelaskan sulitnya menjadi sarjana dari UT.

soal ujian universitas terbuka
Mahasiswa Universitas Terbuka berfoto sesaat, sebelum mengikuti ujian semester

Entah itu mitos atau memang kebenaran, tapi faktanya lebih dari 70% mahasiswa UT selalu gagal dalam ujian. Kebanyakan mereka mendapatkan nilai D, D dan D, artinya harus mengulang kembali ditahun berikutnya untuk perbaikan nilai mereka. Tentu saja ini adalah sebuah hal yang menakutkan, bagaimana tidak, target lulus yang mungkin telah direncanakan para mahasiswa dengan keluarganya, jelas tidak akan bisa tercapai. Namun jika teliti lebih jauh, mengapa angka yang gagal ini sedemikian besar, kita akan menemukan beberapa hal yang dilapangan. Diataranya adalah :

- Mahasiswa malas belajar
Banyaknya waktu senggang yang dimiliki mahasiswa (6 bulan tidak perlu masuk kampus), bukan saja berdampak positiv, namun ternyata bisa berdampak negativ, atau lebih tepatnya fatal.  Jika kita memperhatikan anak sekolah saat mereka memasuki libur panjang, sangat jarang atau bahkan hampir tidak pernah mereka membuka buku dirumah sama sekali, walaupun dari pihak sekolah sudah mengingatkan bahwa mereka harus membuka buku setiap hari dirumah.  Dan lucunya, sebagian besar mahasiswa, tidak berbeda jauh dari anak kecil tadi, hanya beda diumur, namun tidak diperangai.

Pihak UT sudah mewajibkan mahasiswa untuk belajar dirumah, harus dan wajib, tanpa harus perlu diawasi, sebagaimana layaknya memperlakukan seorang dewasa, namun mahasiswa itu malah kebablasan didalam banyaknya waktu luang itu. Beberapa yang lain beralasan bahwa mereka sudah letih bekerja seharian mulai pagi, tentu saja pada malam harinya mereka butuh istrahat. jadi untuk membuka buku, rasanya sangat berat.

- Sulitnya mendapat buku
Ini memang adalah alasan yang sangat masuk akal, walaupun sebenarnya ada banyak jalan menuju roma. masalahnya adalah buku-buku UT itu hanya diedarkan dan dijual di satu titik, yaitu di UT pusat di jakarta. Jadi mahasiswa harus melakukan pemesanan buku secara online, atau setidaknya melihat katalognya secara online. Bagi para mahasiswa dari kampung dan pelosok, tentu saja hal ini adalah sebuah mimpi yang tidak masuk diakal. Jangankan untuk melakukan transaksi online, memegang internet saja mereka tidak mengerti.

Dan yang lainnya adalah mahalnya buku - buku UT, belum lagi mahasiswa harus membeli banyak buku. Sebab satu mata pelajaran saja bisa memiliki beberapa buku, kalikan saja dengan banyaknya mata pelajaran yang harus diikuti, dan kalikan juga dengan perharganya, yang rata-rata harga buku UT adalah lebih kurang Rp. 50.000,- buah.  Bayangkan berapa banyak mereka harus mengoleksi buku.  Itupun belum tentu mahasiswa akan membaca buku yang mereka beli itu, dan itu dinamakan dengan mubazir.

Karena itulah kami ada untuk membantu anda. Kami mengerti bahwa anda kesulitan untuk mencerna pelajaran, mungkin karena anda sudah berumur dan juga setiap hari letih, atau mungkin juga karena banyaknya buku-buku yang harus anda beli.  Kami berikan anda solusi yang paling dahsyat untuk mengatasi itu semua, yaitu kami memberikan anda soal -soal UT yang bisa anda dapatkan dan anda pelajari dirumah, yang tentu saja akan sangat menunjang performa anda dalam menghadapi ujian UT. Untuk mendapatkan soal-soalnya, silahkan anda clik link dibawah ini.




Judul: Universitas Terbuka
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Man Adam

1 komentar:

  1. saya baru mengerti tentang ut di semester 3,,, tapi untungnya di semester1,2 nilai saya cukup bagus,, jadi tidak usah untuk mengulang lagi.

    BalasHapus

Mohon jangan sertakan link dalam komentar Anda